Tenor pinjaman

adalah instrumen penting yang harus diperhatikan ketika mengajukan kredit ke bank atau lembaga keuangan. Besarnya tenor menunjukkan seberapa kapasitas dan kemampuan debitur dalam mengembalikan pinjaman. Ada beberapa pertimbangan kreditur dalam menyetujui tenor yang diajukan peminjam.
Jenis dan lamanya tenor itu bermacam-macam. Pihak peminjam maupun pemberi pinjaman harus menyepakati tenor agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran angsuran. Tenor selalu bersamaan dengan suku bunga yang besarnya berbeda. Berikut penjelasan lengkap tentang tenor pinjaman:

Apa Itu Tenor Pinjaman? Pengertian tenor pinjaman adalah jangka waktu melunasi cicilan yang diberikan oleh lembaga keuangan atau bank (kreditur) kepada peminjam (debitur). Jadi dalam rentang waktu yang sudah ditentukan, debitur harus bisa menyelesaikan pembayaran pinjamannya. Lamanya tenor dilihat berdasarkan kemampuan peminjam.
Tenor pinjaman selalu disertakan dengan suku bunga. Biasanya beda jangka waktu pelunasan pinjaman, maka berbeda pula jumlah bunga yang dibebankan. Metode seperti itu disebut dengan floating, yakni lamanya tenor bisa mempengaruhi berubah-ubahnya suku bunga berdasarkan kebijakan kreditur.
Ada pula bunga yang tidak terpengaruh oleh lamanya tenor pinjaman, yakni jenis fixed. Jadi, ketika debitur meminjam dana, bunganya akan tetap sama meskipun masa pengembaliannya berbeda. Walaupun dicicil selama 6 atau 12 bulan, besar suku bunganya tidak berubah.
Jenis-Jenis Tenor

Ketika memutuskan meminjam dana ke lembaga keuangan maupun fintech, pastikan untuk mengecek tenornya. Ada dua jenis tenor pinjaman yang dilihat berdasarkan jangka waktu, yakni tenor panjang dan pendek. Masing-masing tenor tersebut mempunyai kelebihan juga kekurangan.

1. Tenor Panjang

Jenis tenor panjang ini memiliki jangka waktu pengembalian pinjaman yang lama, minimal tiga tahun. Bahkan ada yang masa pembayaran cicilan hingga 30 tahun. Tenor panjang biasanya diterapkan pada pinjaman yang dana pokoknya berjumlah besar mencapai miliaran, seperti:
● Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
● Kredit dengan agunan berupa sertifikat rumah.
● Pinjaman yang menyertakan jaminan aset kendaraan roda empat.
Tenor pinjaman berjangka panjang ini cocok bagi debitur yang pemasukan setiap bulannya tidak terlalu besar. Sebab kelebihan dari jenis tenor ini adalah angsurannya kecil. Tapi kekurangannya, total angsuran di akhir semakin besar karena suku bunganya tinggi.
Tenor pinjaman panjang juga tidak bisa diberikan ke sembarangan debitur. Umumnya pihak pemberi pinjaman menerapkan persyaratan yang cukup ketat. Karena jangka waktunya lama, kreditur tidak mau mengambil resiko jika sewaktu-waktu debitur mangkir dalam melunasi pinjaman.

2. Tenor Pendek

Jenis tenor berdasarkan jangka waktu yang kedua yaitu tenor pendek. Masa pengembalian pinjaman yang bisa dipilih oleh debitur mulai satu bulan sampai tiga tahun. Biasanya, tenor pendek diterapkan pada pinjaman yang jumlahnya tidak besar.

Tenor pendek sering dipakai oleh penyedia jasa pinjaman online atau kredit dengan agunan BPKB motor. Karena jangka waktu tidak lama dan total utang kecil, biasanya yang meminjam hanya untuk pemenuhan kebutuhan atau membeli barang. Karena itulah, syarat pengajuannya tidak rumit.

Kelebihan dari tenor pendek yaitu bunganya kecil, sehingga jumlah akhir pengembalian pinjaman rendah. Tapi kekurangannya, setiap bulan membayar dana angsuran yang besar. Hal tersebut yang membuat debitur harus memiliki kemampuan finansial yang bagus.

Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Tenor Pinjaman
Dalam menentukan tenor pinjaman, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan kreditur. Dengan melihat kemampuan dan faktor lain yang ada pada debitur, pemberi pinjaman bisa menyetujui tenor yang diajukan. Inilah faktor-faktor tersebut:

● Usia peminjam.
● Penghasilan peminjam setiap bulan.
● Besar pinjaman yang diambil.
● Aset yang dimiliki peminjam.

Jadi, bisa disimpulkan kalau tenor pinjaman adalah tenggat waktu untuk menyelesaikan cicilan. Setiap pemberi pinjaman memiliki kebijakan dalam menyediakan pilihan tenor, ada yang panjang dan pendek. Dalam memilih tenor harus melihat kemampuan finansial peminjam.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *